Menara Jam & Zona Magnet Nol
Menara Jam Raksasa itu berdiri tegak di sisi Baitullah, Mekkah Al-Mukarramah. Dari berbagai sudut dapat dilihat sebuah tower dengan ketinggian 662 meter berdiri kokoh menjulang tinggi. Tower yang berdiri tegak pas di depan pintu King Abdul Azis (pintu 1 di bagian selatan) Masjidil Haram tersebut terbuat dari beton dengan puncak menaranya dari logam berbentuk bulan sabit setinggi 155 meter persegi. Tower ini memiliki 858 kamar suite yang pemandangan dari jendela menghadap ke Masjidil Haram.
Itulah bangunan yang selama ini oleh jamah umrah dan haji diceritakan sebagai Menara Jam Raksasa atau sebutan kren nya The Mecca Royal Clock Tower . Di puncak tower itu tertempel dengan jelas hiasan emblem pedang yang bersilang dan pohon palem sebagai simbol Kerajaan Saudi. Jam raksasa ini terdiri dari empat segi dan terlihat dari seluruh penjuru Mesjidil Haram. Masing-masing segi berdiameter 41 meter dan terbuat dari keramik berteknologi tinggi yang dipasang pada ketinggian 662 meter.
Tower ini mengalahkan menara Taipei 101 yang berketinggian 509 meter, tetapi masih di bawah Burj Khalifa, pencakar langit di Dubai dengan ketinggian 825 meter.
“Ketinggian tower ini nomor dua di dunia setelah Burj Khalifa Dubai”, jelas Ustadz Mahlil Nasution , seorang Mutawwif (pembimbing haji) PT. Kharissa Tour & Travel Jakarta yang mendampingi saya selama ibadah haji.
Menurut Mahlil jam raksasa di dekat Masjidil Haram ini mengalahkan jam raksasa di Mall Cevahir Istambul, Turki, berdiameter 36 meter yang dipasang di atas komplek pusat perbelanjaan ibu kota pusat bekas kekhalifahan Turki Usmani itu. Jam ini juga disebutkan lebih besar enam kali diameternya dibandingkan jam Big Ben di London, Ingggris.
Pada masing-masing jam raksasa itu dilengkapi tulisan Allahu Akbar, Lailahaillah Muhammadurrasulullah, Allahumma shalli ‘ala Muhammad serta laa haula wala quwwata illa billahil’aliyil’azim yang muncul secara bergantian dengan huruf besar dan menonjol yang terletak di atas dan bawah jam serta dihiasi lampu warna warni.
Jam raksasa ini punya banyak keisimewaan. Suara azan yang keluar dari dari jam itu dapat terdengar hingga tujuh kilometer. Sementara nyala lampu hijau dan putih saat azan dapat terlihat hingga jarak 30 kilometer. Wajah jam juga dapat berganti warna. Bila siang wajah jam berwarna putih. Ketika malam menjadi hijau dan putih. Jam yang disebut-sebut sebagai proyek mercusuar Pemerintah Arab Saudi ini akan terlihat dari jarak 17 KM saat malam hari dan 11-12 KM di siang hari.
The Mecca Royal Clock Tower adalah obsesi sekaligus ambisi Kerajaan Saudi Arabia. Menurut Ustad Mahlil ide pembuatan jam raksasa itu bermula dari Konferensi Doha. Pada tahun 2008, di Doha, Qatar, sejumlah ulama dan ilmuan muslim melaksanakan konferensi. Konferensi tersebut berdasarkan uji akademik bersepakat bahwa Mekkah merupakan pusat bumi.
Rekomendasi konferensi ini sekaligus antithesa terhadap pendapat yang selama ini menyebutkan Greenwich sebagai pusat bumi yang disepakati oleh negara-negara Barat tahun 1884. Masih menurut Ustadz Mahlil yang lama belajar agama di Yaman dan telah delapan tahun menjadi muqimin di Arab Saudi sekaligus alumni Universitas Ummul Qura Mekkah itu menjelasakan bahwa ulama besar asal Mesir Yusuf Al-Qardawy juga sepakat bahwa Mekkah merupakan garis bujur utama karena sangat sejajar dengan kutup utara. Mahlil juga menyebutkan bahwa klaim Mekkah sebagai zona magnet nol juga didukung ilmuan Arab seperti Abdeel Baset Al-Sayyed dari Pusat Penelitian Mesir.
Semangat dari konferensi itulah yang mendorong pembangunan The Mecca Royal Clock Tower. Karenanya, selain diharapkan menjadi panduan waktu bagi 1,5 milyar umat Islam di dunia, jam raksasa ini juga diharapkan menjadi standar waktu alternatif selain Greenwich Maen Time (GMT).
“Ya, ada semangat izzul islam wal muslimin dibalik proyek mercuasuar ini”, kata Ustadz muda kelahiran Medan itu.
The Mecca Royal Clock Tower ini berada di Komplek Abraj Al-Bait. Kompleks ini sendiri terdiri atas tujuh menara yang memiliki lebih kurang 76 lantai serta 3.000 kamar hotel dan apartemen. Ditambah lima gedung pusat perbelanjaan serta 1,5 juta meter persegi untuk lobi.
Di tempat ini juga terdapat apartemen mewah, sebagian besar didesain agar dapat melihat langsung Mesjidil Haram. Konon kompleks ini dibangun oleh pengembang Bin Laden Group dengan dukungan dua insinyur dari Jerman dan Swis yang membawahi para ahli dari berbagai negara Eropa dan dunia.
Dari penjelasan Ustadz Mahlil disebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana Kerajaan Saudi untuk mengembangkan Mekkah agar mampu menampung lebih banyak lagi jamaah haji di masa-masa yang akan datang.
Untuk memudahkan pengunjung, menara jam ini dilengkapi elevator. Anda ke Mekkah ?. Silakan menikmati menara tertinggi nomor dua di dunia itu !.[]
Itulah bangunan yang selama ini oleh jamah umrah dan haji diceritakan sebagai Menara Jam Raksasa atau sebutan kren nya The Mecca Royal Clock Tower . Di puncak tower itu tertempel dengan jelas hiasan emblem pedang yang bersilang dan pohon palem sebagai simbol Kerajaan Saudi. Jam raksasa ini terdiri dari empat segi dan terlihat dari seluruh penjuru Mesjidil Haram. Masing-masing segi berdiameter 41 meter dan terbuat dari keramik berteknologi tinggi yang dipasang pada ketinggian 662 meter.
Tower ini mengalahkan menara Taipei 101 yang berketinggian 509 meter, tetapi masih di bawah Burj Khalifa, pencakar langit di Dubai dengan ketinggian 825 meter.
“Ketinggian tower ini nomor dua di dunia setelah Burj Khalifa Dubai”, jelas Ustadz Mahlil Nasution , seorang Mutawwif (pembimbing haji) PT. Kharissa Tour & Travel Jakarta yang mendampingi saya selama ibadah haji.
Menurut Mahlil jam raksasa di dekat Masjidil Haram ini mengalahkan jam raksasa di Mall Cevahir Istambul, Turki, berdiameter 36 meter yang dipasang di atas komplek pusat perbelanjaan ibu kota pusat bekas kekhalifahan Turki Usmani itu. Jam ini juga disebutkan lebih besar enam kali diameternya dibandingkan jam Big Ben di London, Ingggris.
Pada masing-masing jam raksasa itu dilengkapi tulisan Allahu Akbar, Lailahaillah Muhammadurrasulullah, Allahumma shalli ‘ala Muhammad serta laa haula wala quwwata illa billahil’aliyil’azim yang muncul secara bergantian dengan huruf besar dan menonjol yang terletak di atas dan bawah jam serta dihiasi lampu warna warni.
Jam raksasa ini punya banyak keisimewaan. Suara azan yang keluar dari dari jam itu dapat terdengar hingga tujuh kilometer. Sementara nyala lampu hijau dan putih saat azan dapat terlihat hingga jarak 30 kilometer. Wajah jam juga dapat berganti warna. Bila siang wajah jam berwarna putih. Ketika malam menjadi hijau dan putih. Jam yang disebut-sebut sebagai proyek mercusuar Pemerintah Arab Saudi ini akan terlihat dari jarak 17 KM saat malam hari dan 11-12 KM di siang hari.
The Mecca Royal Clock Tower adalah obsesi sekaligus ambisi Kerajaan Saudi Arabia. Menurut Ustad Mahlil ide pembuatan jam raksasa itu bermula dari Konferensi Doha. Pada tahun 2008, di Doha, Qatar, sejumlah ulama dan ilmuan muslim melaksanakan konferensi. Konferensi tersebut berdasarkan uji akademik bersepakat bahwa Mekkah merupakan pusat bumi.
Rekomendasi konferensi ini sekaligus antithesa terhadap pendapat yang selama ini menyebutkan Greenwich sebagai pusat bumi yang disepakati oleh negara-negara Barat tahun 1884. Masih menurut Ustadz Mahlil yang lama belajar agama di Yaman dan telah delapan tahun menjadi muqimin di Arab Saudi sekaligus alumni Universitas Ummul Qura Mekkah itu menjelasakan bahwa ulama besar asal Mesir Yusuf Al-Qardawy juga sepakat bahwa Mekkah merupakan garis bujur utama karena sangat sejajar dengan kutup utara. Mahlil juga menyebutkan bahwa klaim Mekkah sebagai zona magnet nol juga didukung ilmuan Arab seperti Abdeel Baset Al-Sayyed dari Pusat Penelitian Mesir.
Semangat dari konferensi itulah yang mendorong pembangunan The Mecca Royal Clock Tower. Karenanya, selain diharapkan menjadi panduan waktu bagi 1,5 milyar umat Islam di dunia, jam raksasa ini juga diharapkan menjadi standar waktu alternatif selain Greenwich Maen Time (GMT).
“Ya, ada semangat izzul islam wal muslimin dibalik proyek mercuasuar ini”, kata Ustadz muda kelahiran Medan itu.
The Mecca Royal Clock Tower ini berada di Komplek Abraj Al-Bait. Kompleks ini sendiri terdiri atas tujuh menara yang memiliki lebih kurang 76 lantai serta 3.000 kamar hotel dan apartemen. Ditambah lima gedung pusat perbelanjaan serta 1,5 juta meter persegi untuk lobi.
Di tempat ini juga terdapat apartemen mewah, sebagian besar didesain agar dapat melihat langsung Mesjidil Haram. Konon kompleks ini dibangun oleh pengembang Bin Laden Group dengan dukungan dua insinyur dari Jerman dan Swis yang membawahi para ahli dari berbagai negara Eropa dan dunia.
Dari penjelasan Ustadz Mahlil disebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana Kerajaan Saudi untuk mengembangkan Mekkah agar mampu menampung lebih banyak lagi jamaah haji di masa-masa yang akan datang.
Untuk memudahkan pengunjung, menara jam ini dilengkapi elevator. Anda ke Mekkah ?. Silakan menikmati menara tertinggi nomor dua di dunia itu !.[]

0 komentar
Silahkan tinggalkan komentar anda...