CATATAN HARIAN: Kita Apresiasi Sikap dan Ketegasan Mualem
Kita Apresiasi Sikap dan Ketegasan Mualem
Jumat , 29/8/20165
Tidak ada yang salah dengan rencana perejalanan dinas anggota DPRA ke luar negeri.
Regulasi dan ketentuan yang ada memungkinkan itru dilaksanakan.
Namun, di saat bersamaan dimana anggara pembangunan yang tersedia terbatas, infrastuktur pembangunan Aceh belum memadai serta kondisi kehidupan sebagian masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan, maka rencana perjalanan ke luar negeri itu menjadi tidak etis. Dengan kata lain, apa yang direncanakan DPRA itu boleh-boleh saja, tapi belum merupakan kegiatan yang penting dan mendesak.
Dengan pertiumbangan tersebut di atas, maka keputusan yang diambil Mualem Muzakir Manaf meminta anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh agar tidak melanjutkan rencana ke luar negeri itu adalah tindakan yang bijak dan sangat populis.
Sebagai pemimpin, tentu Mualem memberikan apresiasi dan kebebasan kepada jajaran Fraksi Partai Aceh di DPRA untuk melaksanakan berbagai inovasi dan kegiatan, namun tentu di saat bersamaan Mualem juga terus membuka mata dan telinganya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput. Dan akhirnya, Mualem dengan mempertimbangkan suasana batiniah rakyat Aceh bersikap meminta jajarannya di DPRA untuk tetap bersama rakyat dan tidak ke luar negeri.
Kita apresiasi sikap dan ketegasan Mualem tersebut. Dalam kapasitasnya sebagai Wagub dengan kewenangan yang dibatasi, sebagai pemimpin Mualem telah memperlihatkan talenta kepemimpinan dan keberpihakan kepada aspirasi rakyat.
Nah, beberapa hari ke depan kita tunggu sikap pimpinan parpol lain di Aceh terkait masalah ini.[].
Jumat , 29/8/20165
Tidak ada yang salah dengan rencana perejalanan dinas anggota DPRA ke luar negeri.
Regulasi dan ketentuan yang ada memungkinkan itru dilaksanakan.
Namun, di saat bersamaan dimana anggara pembangunan yang tersedia terbatas, infrastuktur pembangunan Aceh belum memadai serta kondisi kehidupan sebagian masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan, maka rencana perjalanan ke luar negeri itu menjadi tidak etis. Dengan kata lain, apa yang direncanakan DPRA itu boleh-boleh saja, tapi belum merupakan kegiatan yang penting dan mendesak.
Dengan pertiumbangan tersebut di atas, maka keputusan yang diambil Mualem Muzakir Manaf meminta anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh agar tidak melanjutkan rencana ke luar negeri itu adalah tindakan yang bijak dan sangat populis.
Sebagai pemimpin, tentu Mualem memberikan apresiasi dan kebebasan kepada jajaran Fraksi Partai Aceh di DPRA untuk melaksanakan berbagai inovasi dan kegiatan, namun tentu di saat bersamaan Mualem juga terus membuka mata dan telinganya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput. Dan akhirnya, Mualem dengan mempertimbangkan suasana batiniah rakyat Aceh bersikap meminta jajarannya di DPRA untuk tetap bersama rakyat dan tidak ke luar negeri.
Kita apresiasi sikap dan ketegasan Mualem tersebut. Dalam kapasitasnya sebagai Wagub dengan kewenangan yang dibatasi, sebagai pemimpin Mualem telah memperlihatkan talenta kepemimpinan dan keberpihakan kepada aspirasi rakyat.
Nah, beberapa hari ke depan kita tunggu sikap pimpinan parpol lain di Aceh terkait masalah ini.[].

0 komentar
Silahkan tinggalkan komentar anda...